05/10/10

Cara Mengasah Agar Menjadi Kreatif

Do you want to share?

Do you like this story?

Kreatifitas bisa muncul kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Kreatifitas muncul karena kretifitas ini diasah, ada kemauan yang keras untuk menjadi seorang kreatif. Dan utamanya karena faktor pembiasaan...

Bukankan intusi bisa muncul seakan-akan begitu saja? Padahal tidak demikian, saya yakin coz ada pembiasaan..

Kreatifitas bisa menjadikan sobat menjadi orang yang luar biasa. Anda ingat Sinta n Jojo? Yup, saya yakin sebenarnya mereka muncul bukan hanya karena kebetulan semata. Kita jangan menghakimi mereka dengan anggapan bahwa duo cewek ini bisa naek daun akibat keberuntungan semata.

Berkoar-koar terhadap keberhasilan orang lain toh tidak akan ada untungnya ke kita, betul?

Yang penting, jangan menyamakan persepsi sebuah keberhasilan orang lain dengan otak kita. Soalnya, siapa tahu dibalik itu semua ada beberapa hal yang kita tidak tahu. Semoga hati kita sebenarnya bukan rasa iri terhadap keberhasilan orang lain, dan terpelihara dari rasa dengki terselubung  tersebut.

Oke, lanjut...

Cara mengasah agar menjadi kreatif adalah dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan tertarget, seperti halnya berikut ini.

Misalnya saja kita mentargetkan dalam sehari kita harus menyelesaikan 2 buah artikel/tulisan. Bayangkan jika dalam seminggu, sebulan, bahkan setahun..., sudah berapa artikel kita tulis?

Mari kita hitung!

365x2 = 730 buah artikel sudah dibuat. Dengan membiasakan seperti ini, seolah kita dipaksa untuk menemukan berbagai ide untuk ditulis. Jangan salah, pertama memang ini sebuah paksaan, tapi lambat atau cepat bisa jadi menulis menjadi sebuah pekerjaan yang sangat mengasikkan, bahkan terasa ringan. Atau mungkin jika sehari-hari kita biasa menulis, dan jika tidak menulis, nanti dirasakan ada sesuatu yang bagaimanaaa  gitchu...

Ini hanya sekedar ide, sebenarnya saya pun ingin demikian... sifat pembiasaan akan menghasilkan prestasi. Bukankah orang tua kita juga selalu mengatakan, "ala bisa karena biasa".

Yup, mulai sekarang marilah kita membiasakan membuat target  (target kita mesti tertulis), dan target tersebut bisa bermacam-macam, tidak harus pada pembuatan artikel saja. Misalnya saja jika sobat ingin naik haji, biasakan menabung dalam seminggu kita sisihkan uang 30 ribu selama 20 tahun.

Atau jika sobat ingin jago bermain gitar. Lakukan beberapa target sehingga sobat bisa menguasainya. Misalnya saja, besok harus sudah terkuasai kunci C, besoknya lagi kunci G, teruuusss...sampai minggu pertama sobat mengusai perpindahan jari jemari antar kunci. Lakukan ini dengan serius. Yang penting pembiasaannya dan konsisten terhadap jadwal/plan/target (INGAT: harus tertulis) yang telah dibuat.

Dengan pembiasaan akan menimbulkan intuisi atau insting atau apalah namanya, sehingga dimana saat diperlukan, si insting ini bisa muncul sekana-akan begitu saja.

Kita kembali pada sinta n jojo. Maksudnya pada Charlie ST12 nya...

Mari sejenak kita ingat ke belakang. Sobat tahu dengan buaya darat, keong racun, hidung belang, dan... apalagi ya? Sekarang Charlie ST12 mengarang lagu Tokek Belang.

Lho apa hubungannya dengan kretaifitas?

Saya melihat Si Charlie ini mampu menggunakan intuisinya untuk menemukan ide lagu tokek belangnya didasarkan pada trend yang sedang berkembang saat ini. Tokek belang adalah penggambaran laki-laki yang berhidung belang.

Selain pada pemunculan fenomena serentetan istilah laki-laki berhidung belang (jiaaa...kesannya kaya apa aza), Charlie juga mungkin melihat kayaknya masih tren nih jika menyambung dengan kesuksesan keong racun dan kemunculan sinta n jojo.

Sudahlah tidak perlu diperdebatkan. Intinya adalah...Yo ayo mari kita menjadi kreatif...

Bukankah Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan kreatifitas, teratur, dan bahkan semua yang Allah ciptakan membentuk pola? Apa jadinya jika alam semesta diciptakan dengan asal saja, semrawut, dan tak beraturan?

Itulah sebabnya bisa ada ilmu fisika, kimia, matematika, dlsb. Ilmu-ilmu ini kita tahu adalah penjelasan-penjelasan dari pola-pola keteraturan alam semesta. Misalnya saja gerakan sentrifugal, atau adanya hitung-hitungan gaya dan percepatan.

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Poskan Komentar

Advertisements

Advertisements